Saat kehamilanku semakin besar, aku mulai menyiapkan nama untuk calon anakku. Aku membeli beberapa buku tentang nama-nama bayi. Aku menyiapkan 2 nama, 1 untuk anak laki-laki dan 1 untuk anak perempuan. Suamiku santai saja, paling ikutan kalau aku sibuk berceloteh tentang nama apa yang terbaik buat anakku.
Saat anak kami lahir dan suster menanyakan tentang akta kelahiran, barulah aku memaksa suamiku untuk menyerahkan nama buat anak perempuan kami. Maksudnya biar bisa digabung atau kami diskusikan dengan nama yang telah kusiapkan. Suamiku mengisi formulir pembuatan akta kelahiran, sambil memanggil-manggil anakku dengan sebutan Dinda. Trus ia berkata, namanya Dinda aja ya. Apa artinya? tanyaku. ternyata Dinda adalah singkatan dari namaku dan nama suamiku. Aku langsung setuju, abis bagus sih. Jadilah nama panggilan bayi mungil kami Dinda.
Tapi nama lengkapnya? Suamiku mengatakan untuk menyambungkan saja dengan nama yang sudah kusiapkan ditambah Dinda Eziza. Akhirnya kami sepakat bahwa nama anak kami adalah Atthiyah Dinda Eziza Khairunnisaa. Artinya Karunia untuk Dianty-Dani seorang anak yang mulia yang merupakan sebaik-baik wanita.
Sekarang Dinda berumur 20 bulan. Ia sudah semakin pintar, aktif dan cerdas. Sejak usia 18 bulan dindaku sudah bisa menyanyi. Lagu yang paling disukainya adalah burung kakak tua. Setiap saat ia bernyanyi. Suara yang keluar dari mulutnya akan terdengar seperti ini : buung tata ua...tek dung tek dung tek dung wa wa wa...buung tata ua. Lagu favorit lainnya adalah satu-satu, topi saya bundar, dua mata saya dan tik tik tik bunyi hujan. Senang rasanya melihat Dinda tumbuh besar, apalagi dia sayang sekali sama bunda dan yandanya. Semoga Dinda jadi anak yang sholehah, pintar, cerdas dan sehat.